Iftar Jama'i UIN Ar-Raniry: Berbagi Berkah, Jaga Kebersihan


Oleh: Hilyatul Azkia dan Niftara Fonnaya

Ribuan paket buka puasa gratis disediakan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry untuk mahasiswa/i serta masyarakat setempat di mesjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Buka puasa gratis ini merupakan bantuan penuh dari Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation, Uni Emirat Arab, selanjutnya dinamai "Iftar Jama'i".

Iftar Jama'i ini akan dilaksanakan hingga penghujung ramadhan dan disambut dengan sangat baik dan suka cita oleh seluruh mahasiswa dan warga setempat. menyajikan nasi serta beberapa jenis lauk pauk, makanan ringan dan kurma, hingga air mineral dan sebotol teh kemasan. Pada hari pertama dan kedua puasa, antusiasme masyarakat dan mahasiswa/i sangat tinggi, dari yang awalnya menyediakan 1.500 paket buka puasa gratis hingga di hari ketiga ditambah menjadi 1.700 paket Ifthar.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengatakan bahwa program ini merupakan dukungan dan bantuan Ramadan bagi sivitas akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Yayasan Khalifa bin Zayed al Nahyan. Bantuan tersebut mencakup tiga program utama yakni distribusi paket sembako, penyediaan hewan kurban untuk meugang, serta paket iftar jama’i selama sebulan (penuh.https://kemenag.go.id/daerah/uin-ar-raniry-sediakan-1-500-paket-berbuka-puasa-setiap-hari-selama-ramadan-QDRzD)

UIN Ar-Raniry menerima bantuan 500 paket sembako yang akan dibagikan kepada pegawai golongan rendah, anak yatim, dan masyarakat di empat desa sekitar kampus. 

Selain itu, UEA juga menyalurkan 10 ekor sapi untuk tradisi meugang dalam menyambut Ramadhan. Daging sapi tersebut didistribusikan kepada sekitar 1.200 penerima, termasuk tenaga kebersihan, satpam, dosen, tenaga kependidikan, dan warga kurang mampu. (https://m.antaranews.com/berita/4673281/uin-ar-raniry-sediakan-1500-paket-berbuka-puasa)

Dengan adanya Iftar Jama'i yang dapat dihadiri semua orang ini tentu menjadi momentum bahagia yang dapat dirasakan semua orang. Dengan lauk yang cukup beragam dan sangat lezat, penulis merasa bahwa Iftar Jama'i ini menjadi awal yang sangat baik di 2025.

Tetapi, apakah pendistribusian Ifthar Jama’i ini sudah merata?

Banyak mahasiswa yang mengeluhkan bahwa makanan cepat habis, bahkan sebelum semua yang membutuhkan mendapatkan bagian. Ada beberapa orang “booking” makanan yang masih belum ada pemiliknya untuk orang terdekat, menurut penulis hal ini tidak boleh dilakukan karena Iftar Jama’i merupakan hak semua orang yang sudah sampai ditempat duluan. Sehingga beberapa makanan sudah ditandai dengan barang seperti tas, handphone, dsb. lalu karena kejadian “booking” ada beberapa orang yang kehilangan hak-nya untuk menikmati sajian Iftar Jama'i, dan pulang dengan tangan kosong.

Masalah lain yang kembali muncul adalah, setelah kegiatan Iftar Jama'i berlangsung sering kali banyak sampah berserakan disekitar area kampus, minimnya tempat sampah dan kesadaran peserta menyebabkan lingkungan kampus menjadi kotor. Hal ini harus menimbulkan kesadaran masing-masing peserta yang sudah menikmati Iftar Jama'i.

Harusnya dengan adanya bantuan penuh seperti ini, sebagai peserta yang akan menikmati Iftar Jama'i harus lebih sadar diri akan sampah yang ditinggalkan, dan juga kesadaran bahwa Iftar Jama'i ini merupakan hak semua orang yang sudah tiba di Mesjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry. Melihat hal ini, penulis memberikan beberapa solusi untuk mahasiswa/i dan masyarakat yang juga ingin menikmati Iftar Jama'i

1. Datang Lebih Awal

Karena dengan antusias yang sangat luar biasa, diwaktu menuju pukul lima sore, peserta datang membludak, sehingga alangkah lebih baiknya datang lebih awal seperti di waktu ashar sekalian melaksanakan ibadah shalat ashar berjamaah di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry.

2. Tidak “booking” Makanan yang sudah disajikan

Makanan yang disajikan merupakan hak semua orang, harus ada kesadaran diri untuk tidak meletakkan barang di makanan yang sudah disajikan sebagai bentuk “makanan ini sudah ada pemiliknya”. Jika ingin duduk bersampingan dengan teman terdekat alangkah lebih baik untuk datang sekalian, dan tiba di Mesjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry di waktu yang sama.

3. Membereskan Sampah Masing-masing

Ini harus menjadi kesadaran masing masing peserta yang sudah menikmati Iftar Jama'i untuk “mengantongi” sampahnya dan buang ke tempat sampah yang sudah disediakan. Mari menjadi manusia yang juga tidak merepotkan orang lain, terutama untuk tidak merepotkan panitia yang sudah membagikan makanan.

Iftar Jama'i di UIN Ar-Raniry adalah program bermanfaat, tetapi masih menghadapi tantangan dalam distribusi makanan yang kurang merata dan masalah kebersihan. Kesadaran peserta perlu ditingkatkan agar tidak "booking" makanan dan lebih bertanggung jawab terhadap sampah. Solusi seperti sistem antrean, peningkatan fasilitas kebersihan, dan edukasi dapat membantu menciptakan Iftar Jama'i yang lebih adil dan nyaman bagi semua.