Berdasarkan Diktat Penulisan Berita (2024) yang disusun oleh Hasan Basri M. Nur, dosen Program Studi KPI UIN Ar-Raniry. Dapat dipahami bahwa dalam dunia jurnalistik, berita memiliki berbagai jenis yang diklasifikasikan berdasarkan sifat dan tujuan penyampaiannya. Beberapa ahli dan praktisi media memiliki pandangan berbeda mengenai kategori berita. Prof. Dr. Suroso dalam bukunya Jurnalisme Dasar: Teori dan Praktik membagi berita ke dalam empat jenis utama, yakni straight news, soft news, features, dan indepth reporting. Sementara itu, jurnalis detik.com, Nur Ainun, menambahkan beberapa kategori lain seperti opinion news, interpretative news, explanatory news, dan investigative news.
1. Berita Langsung (Straight News)
Jenis berita ini bersifat cepat dan harus segera disampaikan kepada publik. Penyajiannya lugas, singkat, dan berdasarkan fakta tanpa tambahan opini atau analisis mendalam.
2. Berita Ringan (Soft News)
Soft news lebih menitikberatkan pada sisi kemanusiaan dan kisah menarik di balik suatu peristiwa. Misalnya, kisah seorang gadis yang batal menikah karena calon suaminya meninggal akibat bencana alam.
3. Berita Kisah (Features)
Jenis berita ini lebih menonjolkan aspek emosional dengan gaya bertutur yang menarik. Features mengombinasikan fakta dan opini dengan pendekatan storytelling, sering kali menggunakan bahasa kiasan yang dapat menggugah perasaan pembaca.
4. Berita Mendalam (Indepth Reporting)
Berita ini mengupas suatu isu secara lebih lengkap. Jurnalis menggali berbagai sudut pandang dengan melakukan riset dan wawancara mendalam untuk menyajikan informasi yang lebih lengkap.
5. Berita Opini (Opinion News)
Berita opini berisi pandangan dari individu yang memiliki keahlian di bidang tertentu. Narasumber dalam berita ini biasanya merupakan pakar, pejabat, atau tokoh yang kredibel.
6. Berita Interpretatif (Interpretative News)
Dalam berita interpretatif, jurnalis tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga memberikan analisis berdasarkan wawancara dengan narasumber terkait. Tujuannya adalah membantu pembaca memahami suatu peristiwa secara lebih jelas.
7. Berita Penjelasan (Explanatory News)
Jenis berita ini bertujuan untuk menguraikan fakta dengan penjelasan yang lebih mendalam, sehingga pembaca dapat memahami konteks suatu kejadian secara lebih komprehensif.
8. Berita Investigasi (Investigative News)
Berita investigasi bertumpu pada proses penyelidikan mendalam terhadap suatu kasus. Jurnalis mengumpulkan bukti seperti dokumen, rekaman, atau data lainnya untuk mengungkap fakta tersembunyi, sering kali terkait dengan skandal atau kejahatan.
Setiap jenis berita memiliki peran dan tujuannya masing-masing dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dengan memahami perbedaannya, pembaca dapat lebih kritis dalam mengonsumsi berita dan memahami konteks di balik sebuah laporan jurnalistik.
(Sumber : Diktat Penulisan Berita (2024) yang disusun oleh Hasan Basri M Nur, dosen Prodi KPI UIN Ar-Raniry)
