Kupas Tuntas Makna Berita: Wajib Segar dan Terbaru!



Berdasarkan Diktat Penulisan Berita (2024) yang disusun oleh Hasan Basri M. Nur, dosen Program Studi KPI UIN Ar-Raniry, dapat dipahami bahwa pada dasarnya, berita adalah segala sesuatu yang terjadi yang kemudian dikomunikasikan kepada orang lain, baik secara lisan, tulisan, maupun dalam bentuk rekaman audio-visual. Setiap individu secara alami pasti pernah mengalami suatu kejadian yang dianggap baru, penting, atau menarik, lalu membagikannya kepada orang lain, baik kepada teman maupun keluarga.

Artikel berita adalah tulisan yang berisi fakta dari suatu peristiwa tanpa tambahan pendapat pribadi dari penulis. Penulisannya mengikuti kaidah 5W1H (what, who, when, where, why dan how) agar informasi yang disampaikan jelas dan objektif. Tujuan utama berita adalah memberikan informasi yang netral dan apa adanya kepada masyarakat.

Berbeda dengan opini yang berisi argumen dan pendapat penulis, artiker berita harus ditulis oleh jurnalis atau media profesional yang bertanggung jawab untuk memastikan keakuratan dan ketepatan informasi yang disampaikan. Selain itu, berita harus memenuhi kaidah jurnalistik, seperti keseimbangan, keberimbangan narasumber, serta tidak mengandung unsur opini pribadi dari penulis.

Dalam dunia jurnalistik, suatu berita harus memiliki daya tarik tertentu yang dikenal sebagai nilai berita (news value). Istilah "news" dalam bahasa Inggris berasal dari kata "new," yang berarti sesuatu yang baru, sehingga setiap berita harus mengandung unsur kebaruan agar tetap relevan.

Unsur kebaruan dalam berita dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, berita tersebut membahas peristiwa, gagasan, atau kejadian yang benar-benar baru. Kedua, peristiwa tersebut masih hangat diperbincangkan dan belum kehilangan minatnya di tengah masyarakat.

(Sumber : Diktat Penulisan Berita (2024) yang disusun oleh Hasan Basri M Nur, dosen Prodi KPI UIN Ar-Raniry)