Tradisi Meugang di Tengah Kenaikan Harga Daging: Warga Aceh Tetap Rayakan dengan Penuh Makna



Banda Aceh – Warga Banda Aceh mulai memadati pasar tradisional sejak Kamis (27/2/2025) untuk membeli daging dalam rangka tradisi Meugang yang berlangsung hingga Jumat (28/2/2025). Tradisi ini merupakan bagian dari budaya masyarakat Aceh, di mana daging sapi, kambing atau kerbau menjadi hidangan utama menjelang Ramadan.

Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga yang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Meugang biasanya dilaksanakan satu hari atau dua hari menjelang Ramadhan, serta Satu hari Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pelaksanaan meugang di Aceh biasanya dilakukan dengan menikmati Daging baik daging sapi, kerbau, atau kambing.

Sejak pagi, pasar tradisional telah dipenuhi pembeli. Harga daging sapi di sejumlah pasar mengalami kenaikan dibanding hari biasa, berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram, tergantung kualitasnya. Meski demikian, warga tetap antusias membeli daging sebagai bagian dari tradisi turun-temurun di Aceh.

Salah seorang pedagang, M. Nasir, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan daging pada Meugang sudah menjadi hal biasa setiap tahunnya. "Setiap Meugang, penjualan bisa meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. Warga Aceh sangat menjaga tradisi ini," ujarnya.

Sementara itu, Syauki seorang pembeli, mengaku sudah menyiapkan anggaran khusus untuk membeli daging. "Meski harga naik, Meugang tetap harus dijalankan. Ini tradisi yang mempererat kebersamaan keluarga," katanya.

Di beberapa tempat, Meugang tidak hanya menjadi ajang memasak bersama keluarga, tetapi juga momen berbagi dengan mereka yang kurang mampu. Sejumlah warga dan komunitas membagikan daging kepada fakir miskin dan anak yatim, agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan menyambut Ramadhan.

Salah satu yang paling populer di Banda Aceh dan Aceh Besar adalah Kuah Beulangong, gulai daging khas yang dimasak dalam kuali besar dengan rempah-rempah dan nangka muda. Sementara itu, Rendang Aceh memiliki tekstur lebih basah dan berbumbu kuat dibanding rendang Minang.

Selain itu, ada juga Daging Goreng, yang digoreng kering dengan bumbu sederhana, serta Sie Reboh, daging sapi rebus khas Aceh Besar yang dimasak dengan garam, cuka dan rempah ringan yang menciptakan rasa yang unik.

Bagi yang menyukai makanan berkuah, Sop Daging menjadi pilihan favorit. "Sop daging ini selalu ada saat Meugang di rumah kami, karena kuahnya segar dan rempahnya menambah selera makan," ujar Mardiawati, seorang Ibu Rumah Tangga asal Banda Aceh.

Tradisi Meugang tidak hanya tentang makanan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan keluarga yang terus dilestarikan oleh masyarakat Aceh.